Hidangan Utama
  • Beranda

  • Apa itu PNPM ?

  • Perbedaan PNPM

  • Pemilik PNPM.ORG

  • Jasa Bikin Web Site

  • Hubungi Kami

  • Apa Itu Web Site?

  • Karya Zulfan

  • Testimonial

Apa itu PNPM ?


Pertengahan tahun 2006 muncul sebuah wacana untuk menyatukan program-program pemerintah yang bersifat pemberdayaan masyarakat di bawah satu payung yang diberi nama PNPM. PNPM merupakan singkatan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat. Di dalam payung ini terdapat banyak program diantaranya P2KP, PPK, P2DTK, dll.

Wacana itu semakin intens dibahas di kabinet pemerintahan saat itu. Akhirnya Presiden SBY memutuskan untuk menambah kata Mandiri di belakang PNPM sehingga program gabungan itu namanya menjadi PNPM-Mandiri.

Alasan SBY menambah kata Mandiri di belakang PNPM adalah agar masyarakat dapat melaksanakan PNPM secara mandiri tanpa bantuan dana negara lagi kelak ketika PNPM mencapai masa face-out (berakhir).

Dalam bahasa sederhananya PNPM Mandiri adalah cara jitu pemerintah dalam menyalurkan dana negara kepada masyarakat dengan memberdayakan mereka dalam bermusyawarah dan membangun daerahnya sendiri.

Dalam situs resmi PNPM Mandiri yang beralamat di www.pnpm-mandiri.org dikatakan bahwa permasalahan kemiskinan yang cukup kompleks membutuhkan intervensi semua pihak secara bersama dan terkoordinasi. Namun penanganannya selama ini cenderung parsial dan tidak berkelanjutan. Peran dunia usaha dan masyarakat pada umumnya juga belum optimal. Kerelawanan sosial dalam kehidupan masyarakat yang dapat menjadi sumber penting pemberdayaan dan pemecahan akar permasalahan kemiskinan juga mulai luntur. Untuk itu diperlukan perubahan yang bersifat sistemik dan menyeluruh dalam upaya penanggulangan kemiskinan.

Untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja, pemerintah meluncurkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri mulai tahun 2007. Melalui PNPM Mandiri dirumuskan kembali mekanisme upaya penanggulangan kemiskinan yang melibatkan unsur masyarakat, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi. Melalui proses pembangunan partisipatif, kesadaran kritis dan kemandirian masyarakat, terutama masyarakat miskin, dapat dapat ditumbuhkembangkan sehingga mereka bukan sebagai obyek melainkan sebagai subyek upaya penanggulangan kemiskinan.

Pelaksanaan PNPM Mandiri tahun 2007 dimulai dengan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) sebagai dasar pengembangan pemberdayaan masyarakat di perdesaan beserta program pendukungnya seperti PNPM Generasi; Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) sebagai dasar bagi pengembangan pemberdayaan masyarakat di perkotaan; dan Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK) untuk pengembangan daerah tertinggal, pasca bencana, dan konflik. Mulai tahun 2008 PNPM Mandiri diperluas dengan melibatkan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) untuk mengintegrasikan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dengan daerah sekitarnya. PNPM Mandiri diperkuat dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh berbagai departemen/sektor dan pemerintah daerah. Pelaksanaan PNPM Mandiri 2008 juga akan diprioritaskan pada desa-desa tertinggal.

Dengan pengintegrasian berbagai program pemberdayaan masyarakat ke dalam kerangka kebijakan PNPM Mandiri, cakupan pembangunan diharapkan dapat diperluas hingga ke daerah-daerah terpencil dan terisolir. Efektivitas dan efisiensi dari kegiatan yang selama ini sering berduplikasi antar proyek diharapkan juga dapat diwujudkan. Mengingat proses pemberdayaan pada umumnya membutuhkan waktu 5-6 tahun, maka PNPM Mandiri akan dilaksanakan sekurang-kurangnya hingga tahun 2015. Hal ini sejalan dengan target waktu pencapaian tujuan pembangunan milenium atau Millennium Development Goals (MDGs). Pelaksanaan PNPM Mandiri yang berdasar pada indikator-indikator keberhasilan yang terukur akan membantu Indonesia mewujudkan pencapaian target-target MDGs tersebut.

 

Copyright © 2010 by Muhammad Zulfan Zubaidi, ST. All Rights Reserved.